Debian 12 Menggunakan /etc/network/interfaces

Informasi Praktikum

  • Sistem Operasi: Debian 12 (Bookworm)
  • Metode: ifupdown (/etc/network/interfaces)
  • IP Address: 192.168.5.5
  • Netmask: 255.255.255.0
  • Gateway: 192.168.5.1
  • DNS Server: 192.168.5.5
  • Network: 192.168.5.0/24

BAB 1

PENGENALAN IP STATIS

IP statis adalah alamat IP yang ditetapkan secara manual dan tidak berubah setiap kali sistem direstart. Pada server, IP statis sangat penting karena layanan seperti DNS Server, Web Server, dan Database Server harus selalu dapat diakses pada alamat IP yang sama.

Jika server menggunakan IP dinamis (DHCP), maka alamat IP bisa berubah sewaktu-waktu dan menyebabkan layanan tidak dapat diakses.


BAB 2

PRAKTIK KONFIGURASI IP STATIS


2.1 Mengecek Interface Jaringan

Cek nama interface:

ip a

Contoh hasil:

ens33

Catat nama interface (misalnya: ens33).


2.2 Pastikan ifupdown Terpasang

Cek:

dpkg -l | grep ifupdown

Jika belum ada, install:

sudo apt update
sudo apt install ifupdown -y

2.3 Edit File Konfigurasi Network

Buka file konfigurasi:

sudo nano /etc/network/interfaces

Contoh konfigurasi IP statis:

# Loopback interface
auto lo
iface lo inet loopback

# Interface jaringan utama
auto ens33
iface ens33 inet static
    address 192.168.5.5
    netmask 255.255.255.0
    gateway 192.168.5.1
    dns-nameservers 192.168.5.5

Catatan:

  • ens33 sesuaikan dengan nama interface
  • address = IP server
  • gateway = IP router
  • dns-nameservers = DNS server

Simpan dan keluar.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *