Dasar Konfigurasi DNS Server di Ubuntu 24/Debian 12

Informasi Praktikum

  • Sistem Operasi: Ubuntu Server 24 / Debian 12
  • DNS Server: Bind9
  • Contoh Domain: smk4.net
  • Contoh IP Server: 192.168.5.5
  • Network: 192.168.5.0/24

BAB 1

PENGENALAN DNS SERVER

DNS Server (Domain Name System) adalah server yang berfungsi menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP address. Komputer hanya dapat berkomunikasi menggunakan IP address, sedangkan manusia lebih mudah mengingat nama domain. Oleh karena itu, DNS berperan sebagai penghubung antara nama domain dan alamat IP.

Sebagai contoh, ketika pengguna mengetik smk4.net, DNS server akan memberikan jawaban berupa IP 192.168.5.5, sehingga komputer dapat terhubung ke server yang benar.

Selain menerjemahkan nama domain, DNS Server juga berfungsi mengarahkan permintaan pengguna ke server tujuan, mengelola banyak domain dan subdomain, serta menjadi komponen dasar dalam layanan jaringan dan internet. Tanpa DNS, pengguna harus mengakses layanan menggunakan IP address secara langsung.

Cara kerja DNS secara umum adalah sebagai berikut: pengguna mengetik nama domain di browser, kemudian komputer mengirim permintaan ke DNS server. DNS server memproses permintaan tersebut dan mengirimkan jawaban berupa IP address. Setelah itu, komputer menggunakan IP tersebut untuk mengakses server tujuan.

Dalam DNS terdapat beberapa jenis record yang sering digunakan, antara lain A Record (domain ke IP), NS Record (name server), CNAME Record (alias domain), dan MX Record (mail server).


BAB 2

PRAKTIK KONFIGURASI DNS SERVER

2.1 Persiapan

Pastikan server:

  • Menggunakan IP statis 192.168.5.5
  • Terhubung ke jaringan
  • Login sebagai user dengan hak sudo

Cek IP server:

ip a

2.2 Instalasi Bind9

sudo apt update
sudo apt install bind9 bind9-utils -y

Cek status layanan:

systemctl status bind9

Pastikan status menunjukkan active (running).


2.3 Konfigurasi Forward Zone (Domain ke IP)

Edit file konfigurasi:

sudo nano /etc/bind/named.conf.local

Tambahkan:

zone "smk4.net" {
    type master;
    file "/etc/bind/db.smk4.net";
};

2.4 Membuat Database Forward Zone

sudo cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.smk4.net
sudo nano /etc/bind/db.smk4.net

Isi file:

$TTL 604800
@   IN  SOA ns.smk4.net. root.smk4.net. (
            2
            604800
            86400
            2419200
            604800 )

@    IN  NS   ns.smk4.net.
@    IN  A    192.168.5.5
ns   IN  A    192.168.5.5
www  IN  A    192.168.5.5

Keterangan:

  • @ mewakili domain smk4.net
  • NS menentukan DNS server
  • A menghubungkan domain ke IP address

2.5 Konfigurasi Reverse Zone (IP ke Domain)

Edit kembali file:

sudo nano /etc/bind/named.conf.local

Tambahkan:

zone "5.168.192.in-addr.arpa" {
    type master;
    file "/etc/bind/db.192.168.5";
};

2.6 Membuat Database Reverse Zone

sudo cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.192.168.5
sudo nano /etc/bind/db.192.168.5

Isi:

$TTL 604800
@   IN  SOA smk4.net. root.smk4.net. (
            2
            604800
            86400
            2419200
            604800 )

@   IN  NS  smk4.net.
5   IN  PTR smk4.net.

Catatan:
Angka 5 menunjukkan oktet terakhir dari IP 192.168.5.5.


2.7 Pemeriksaan Konfigurasi

sudo named-checkconf
sudo named-checkzone smk4.net /etc/bind/db.smk4.net
sudo named-checkzone 5.168.192.in-addr.arpa /etc/bind/db.192.168.5

Jika tidak ada error, lanjutkan.


2.8 Restart DNS Server

sudo systemctl restart bind9

2.9 Pengujian DNS

Uji forward DNS:

ping smk4.net
dig smk4.net

Uji reverse DNS:

nslookup 192.168.5.5

Jika berhasil, domain akan mengarah ke IP dan IP akan kembali ke domain.


BAB 3

TROUBLESHOOTING DASAR

Jika DNS tidak berfungsi:

  1. Periksa status bind9
  2. Periksa penulisan file zone
  3. Pastikan DNS client mengarah ke 192.168.5.5
  4. Periksa log sistem:
journalctl -u bind9

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *